Pengkaderan

Pengkaderan
adalah transformasi nilai-nilai penuh manfaat bukan transformasi ego,
rasa takut, atau sifat agresif. Pengkaderan juga bukan terima materi ala
birokrat yang slalu mengatakan: organisasi itu cm bikin akademikmu
rusak. Padahal, seharusnya, semakin baik akademik (semakin tahu) kita,
semakin kita berada di depan untuk memperjuangkan hak-hak mahasiswa dan
masyarakat. tidak ada trikotomi antara organisatoris, akademis, aktivis.
Jadilah mahasiswa paripurna yang tahu peran dan fungsi
sosial-politiknya, serta tugasnya. Dalam organisasi kita belajar tentang
tanggung jawab, kolektifitas, manajemen waktu dan potensi, juga belajar
menciptakan dan menemukan diri sendiri.
Dalam dunia akademik,
kita belajar tentang disiplin ilmu kita, bagaimana interkoneksitas
pengetahuan dan bagaimana itu bisa bermanfaat bagi kita dan orang lain,
tanpa kerja-kerja aktivisme, akademik dan orgnisasi hanya akan menjadi
menara gading yg terpisah dari keadaan sosial di sekitarnya. kosong dan
sia-sia. jika tidak, kita hanya akan menjadi generasi yang mudah
dibodoh2i oleh media dan penguasa, generasi penakut, selfish, dan
apatis. Generasi tanpa cita2. Organisasi kemahasiswaan haruslah
menempatkan dirinya pada fungsi dan peran itu. Bukan hanya mengejar
proker dan eksistensi semu.
Oleh : Muhammad fatahuddin Dly

Tidak ada komentar:
Posting Komentar