Sabtu, 15 Desember 2012

Pengkaderan

Pengkaderan adalah transformasi nilai-nilai penuh manfaat bukan transformasi ego, rasa takut, atau sifat agresif. Pengkaderan juga bukan terima materi ala birokrat yang slalu mengatakan: organisasi itu cm bikin akademikmu rusak. Padahal, seharusnya, semakin baik akademik (semakin tahu) kita, semakin kita berada di depan untuk memperjuangkan hak-hak mahasiswa dan masyarakat. tidak ada trikotomi antara organisatoris, akademis, aktivis.

Jadilah mahasiswa paripurna yang tahu peran dan fungsi sosial-politiknya, serta tugasnya. Dalam organisasi kita belajar tentang tanggung jawab, kolektifitas, manajemen waktu dan potensi, juga belajar menciptakan dan menemukan diri sendiri.

Dalam dunia akademik, kita belajar tentang disiplin ilmu kita, bagaimana interkoneksitas pengetahuan dan bagaimana itu bisa bermanfaat bagi kita dan orang lain, tanpa kerja-kerja aktivisme, akademik dan orgnisasi hanya akan menjadi menara gading yg terpisah dari keadaan sosial di sekitarnya. kosong dan sia-sia. jika tidak, kita hanya akan menjadi generasi yang mudah dibodoh2i oleh media dan penguasa, generasi penakut, selfish, dan apatis. Generasi tanpa cita2. Organisasi kemahasiswaan haruslah menempatkan dirinya pada fungsi dan peran itu. Bukan hanya mengejar proker dan eksistensi semu.

Oleh : Muhammad fatahuddin Dly

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar