Adik-adik
Mahasiswa IMAPAS Kota Padang yang saya banggakan.
Boleh jadi ada teman-teman kita sesama mahasiswa yang mempertanyakan manfaat
aktif di organisasi kampus maupun organisasi kepemudaan. Bagi sebagian mahasiswa
yang mempunyai kerpibadian "kupu-kupu", jadi mahasiswa itu ya, pergi
kuliah, selasai pulang kerumah. yang penting nilai kuliahnya bagus. mereka tak
peduli dengan sekitarnya, dengan lingkungannya maupun masyarakat tempat
tinggalnya. Buat mereka ini, yang penting menyelesaikan kuliah dengan nilai tinggi
dan cepat. lulus, terus bekerja mengejar kesenangan pribadi yang diinginkannya.
Disisi lain ada sekelompok Mahasiswa yang aktif di organisasi kemahasiswaan
atau kepemudaan, bahkan menjadi advokasi masyarakat memperjuangkan hak-hak
masyarakat. Mereka ini menyadari posisi nya sebagai bagian dari sedikit warga
Indonesia yang berkesempatan untuk mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi.
dan oleh karena itu berkomitmen untuk ikut berperan menjadi bagian dari
masyarakat untuk memperjuangkan harapan dan keinginan yang berkembang
dimasyarakat. Dengan idealisme dan semangatnya berusaha ikut serta mengawasi
jalannya pemerintahan, agar benar-benar dijalankan sesuai aturan dan berada
dijalur yang bermuara bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kelompok mahasiswa ini juga vokal menyuarakan bila terjadi ketidak adilan
dimasyarakat, menyuarakan harapan masyarakat dan boleh jadi menjadi agent
perubahan dimasyarakat. Mereka ini tidak semata mengejar "nilai" mata
kuliah yang tinggi tapi disaat yang sama juga dibarengi dengan pengembangan
wawasan dan kemampuan untuk mengelola emosi, kepemimpinan dan perluasan dan
pengembangan jaringan. menempa diri untuk memahami keinginan masyarakat dan
memperjuangkannya. Mengasah kemampuan memimpin, bermusyawarah, berdebat,
menerima pendapat orang lain dan mengelola emosi kelompok, itu hanya bisa
didapat di orgnaisasi-oranisasi kemahasiswaan. Tidak akan diperoleh ruang
kuliah. Tapi tentu saja, aktivitas di organisasi tidak boleh membuat nilai mata
kuliah menjadi "menurun", justru ke aktifan di organisasi harus mampu
memperkaya pemahaman materi kuliah dan mengaplikasikannya ditengah-tengah
masyarakat.
Terpulang kepada adik-adik, mau memilih jalan yang mana. Tentu saja setiap
pilihan ada konsekwensinya. Tetapi sejarah membuktikan, Pemimpin yang besar
adalah mereka-mereka yang dimasa mudanya aktif dalam berorganisasi, mereka yang
dimasa mudanya menempa diri dengan berbagai kegiatan kepemudaan.
By : Ayahanda Halim Nasution
Adik-adik Mahasiswa IMAPAS Kota Padang yang saya banggakan.
Boleh jadi ada teman-teman kita sesama mahasiswa yang mempertanyakan manfaat aktif di organisasi kampus maupun organisasi kepemudaan. Bagi sebagian mahasiswa yang mempunyai kerpibadian "kupu-kupu", jadi mahasiswa itu ya, pergi kuliah, selasai pulang kerumah. yang penting nilai kuliahnya bagus. mereka tak peduli dengan sekitarnya, dengan lingkungannya maupun masyarakat tempat tinggalnya. Buat mereka ini, yang penting menyelesaikan kuliah dengan nilai tinggi dan cepat. lulus, terus bekerja mengejar kesenangan pribadi yang diinginkannya.
Disisi lain ada sekelompok Mahasiswa yang aktif di organisasi kemahasiswaan atau kepemudaan, bahkan menjadi advokasi masyarakat memperjuangkan hak-hak masyarakat. Mereka ini menyadari posisi nya sebagai bagian dari sedikit warga Indonesia yang berkesempatan untuk mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi. dan oleh karena itu berkomitmen untuk ikut berperan menjadi bagian dari masyarakat untuk memperjuangkan harapan dan keinginan yang berkembang dimasyarakat. Dengan idealisme dan semangatnya berusaha ikut serta mengawasi jalannya pemerintahan, agar benar-benar dijalankan sesuai aturan dan berada dijalur yang bermuara bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kelompok mahasiswa ini juga vokal menyuarakan bila terjadi ketidak adilan dimasyarakat, menyuarakan harapan masyarakat dan boleh jadi menjadi agent perubahan dimasyarakat. Mereka ini tidak semata mengejar "nilai" mata kuliah yang tinggi tapi disaat yang sama juga dibarengi dengan pengembangan wawasan dan kemampuan untuk mengelola emosi, kepemimpinan dan perluasan dan pengembangan jaringan. menempa diri untuk memahami keinginan masyarakat dan memperjuangkannya. Mengasah kemampuan memimpin, bermusyawarah, berdebat, menerima pendapat orang lain dan mengelola emosi kelompok, itu hanya bisa didapat di orgnaisasi-oranisasi kemahasiswaan. Tidak akan diperoleh ruang kuliah. Tapi tentu saja, aktivitas di organisasi tidak boleh membuat nilai mata kuliah menjadi "menurun", justru ke aktifan di organisasi harus mampu memperkaya pemahaman materi kuliah dan mengaplikasikannya ditengah-tengah masyarakat.
Terpulang kepada adik-adik, mau memilih jalan yang mana. Tentu saja setiap pilihan ada konsekwensinya. Tetapi sejarah membuktikan, Pemimpin yang besar adalah mereka-mereka yang dimasa mudanya aktif dalam berorganisasi, mereka yang dimasa mudanya menempa diri dengan berbagai kegiatan kepemudaan.
By : Ayahanda Halim Nasution

Tidak ada komentar:
Posting Komentar