Senin, 17 Desember 2012

Organisasi Kampus dan Kepemudaan


Adik-adik Mahasiswa IMAPAS Kota Padang yang saya banggakan.


Boleh jadi ada teman-teman kita sesama mahasiswa yang mempertanyakan manfaat aktif di organisasi kampus maupun organisasi kepemudaan. Bagi sebagian mahasiswa yang mempunyai kerpibadian "kupu-kupu", jadi mahasiswa itu ya, pergi kuliah, selasai pulang kerumah. yang penting nilai kuliahnya bagus. mereka tak peduli dengan sekitarnya, dengan lingkungannya maupun masyarakat tempat tinggalnya. Buat mereka ini, yang penting menyelesaikan kuliah dengan nilai tinggi dan cepat. lulus, terus bekerja mengejar kesenangan pribadi yang diinginkannya.


Disisi lain ada sekelompok Mahasiswa yang aktif di organisasi kemahasiswaan atau kepemudaan, bahkan menjadi advokasi masyarakat memperjuangkan hak-hak masyarakat. Mereka ini menyadari posisi nya sebagai bagian dari sedikit warga Indonesia yang berkesempatan untuk mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi. dan oleh karena itu berkomitmen untuk ikut berperan menjadi bagian dari masyarakat untuk memperjuangkan harapan dan keinginan yang berkembang dimasyarakat. Dengan idealisme dan semangatnya berusaha ikut serta mengawasi jalannya pemerintahan, agar benar-benar dijalankan sesuai aturan dan berada dijalur yang bermuara bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Kelompok mahasiswa ini juga vokal menyuarakan bila terjadi ketidak adilan dimasyarakat, menyuarakan harapan masyarakat dan boleh jadi menjadi agent perubahan dimasyarakat. Mereka ini tidak semata mengejar "nilai" mata kuliah yang tinggi tapi disaat yang sama juga dibarengi dengan pengembangan wawasan dan kemampuan untuk mengelola emosi, kepemimpinan dan perluasan dan pengembangan jaringan. menempa diri untuk memahami keinginan masyarakat dan memperjuangkannya. Mengasah kemampuan memimpin, bermusyawarah, berdebat, menerima pendapat orang lain dan mengelola emosi kelompok, itu hanya bisa didapat di orgnaisasi-oranisasi kemahasiswaan. Tidak akan diperoleh ruang kuliah. Tapi tentu saja, aktivitas di organisasi tidak boleh membuat nilai mata kuliah menjadi "menurun", justru ke aktifan di organisasi harus mampu memperkaya pemahaman materi kuliah dan mengaplikasikannya ditengah-tengah masyarakat.


Terpulang kepada adik-adik, mau memilih jalan yang mana. Tentu saja setiap pilihan ada konsekwensinya. Tetapi sejarah membuktikan, Pemimpin yang besar adalah mereka-mereka yang dimasa mudanya aktif dalam berorganisasi, mereka yang dimasa mudanya menempa diri dengan berbagai kegiatan kepemudaan.

By : Ayahanda Halim Nasution

Tidak ada komentar:

Posting Komentar