Senin, 17 Desember 2012

Dua Sifat dan Krakter Aktivist Mahasiswa

Dalam perjalanan sejarah serta dalam realita dunia aktivist. Kelompok aktivist mahasiswa cendrung memiliki dua sifat dan karakteristik perilaku berbeda.

Pertama, aktivist garis kanan, yakni aktivist yang diartikan sebagai aktor-aktor kaki tangan pejabat (pengambil kebijakan), para individu akan sering tercermin dimana idealisme sering digadaikan hanya untuk kepentingan pribadi. Cendrung menjadi mata-mata dan kaki tangan pengambil kebijakan, selalu berpenampilan meniru gaya pejabat, perjuangan menurut kelompok ini adalah menyelematkan diri pribadi dan individualistik, suka memilih-milih teman dan punya karakteristik berpolitik praktis.

Kedua, aktivist garis kiri, adalah kelompok aktivis yg menyadari bahwa posisinya sebagai kaum intelektual agen perubahan, dia berteman dengan pejabat tapi tetap mengkritisi pejabat, baginya yg terpenting dan utama adalah kesejahteraan masyarakat yg kerap dia perjuangkan, berpenampilan seadanya, lantang berbicara, dan selalu berorientasi kepada perjuangan rakyat, teman sejatinya dan suaranya adalah keluh kesah rakyat.

Fenomena ini ada di dunia aktivist pergerakan sejak Belanda ada di Republik ini, dua ciri itu selalu mewarnai gerakan dan individu mahasiswa dan pemuda. Terserah mau pilih yang mana, tapi para pemimpin besar bangsa ini adalah mereka2 yg berada digaris kiri. Tetaplah Jadi Penyambung Lidah Rakyat Indonesia !!!

By :
Haryadi Nasution
Mahasiswa Lembaga Administrasi Negara Eks Presideum GMNI

1 komentar:

  1. saya sangat sepakat sekali bang, hal itu memang sudah dirasakan para aktivis mahasiswa di berbagai daerah seluruh indonesia, sebagai aktivis mahasisiwa yang idealismenya tinggi, inteleqtual yang tinggi, etika dan moral yang tinggi tentu akan memilki peran penting di kalangan pejabat yang hampir sama karakter dan cita-cita.. semoga saja para aktivis yang ada di indonesia memang benar-benar menggunakan akal, pikiran, dan perasaan serta pergerakan hanya semata-mata untuk kemasalhatan masyarakat indoneia, dan mengharapkan ridho-Nya karena sesuai sabada sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat untuk orang banyak (H.R Bukhori)

    BalasHapus