Sabtu, 15 Desember 2012

Meningkatkan Akselerasi Pembangunan Kabupaten Pasaman

Membaca judulnya saja mengerikan, apa iya bisa ? Boleh jadi itu yang ada dalam benak anggota IMAPAS dan PMD alias Pasaman Masa Depan melihat judul tulisan ini. Sesungguhnya ini hanya sekedar bahan diskusi saja. Dari pada group PMD ini kita gunakan untuk hal-hal yang biasa-biasa saja, lebih baik kita gunakan untuk bertukar pendapat dan diskusi jarak jauh, untuk mencoba menginspirasi teman-teman kita berkontribusi bagi pembangunan Pasaman. Ok.

Bagaimana caranya “mengakselerasi” pembangunan di Pasaman ? tentu adalah dengan meningkatkan APBD. Bagaimana caranya ? Setidaknya ada 2 jalan yang bisa ditempuh. Pertama, meningkatkan PAD, Pendapatan Asli Daerah. Informasi yang kita peroleh, (entah benar atau tidak ) PAD Kabupaten Pasaman hanya Rp 20 Milyar, setara dengan 2,5 % dari besaran APBD. Dengan besar anggaran hanya Rp 800 milyar tentu tidak banyak yang bisa diperbuat Pemda Pasaman. Anggaran ini pun sebagian besar habis untuk biaya operasinal, seperti gaji dan penunjang kegiatan, dsb. Yang sungguh-sungguh dialokasikan buat pembangunan tentulah sangan sedikit.

Dalam berbagai kesempatan Bupati Pasaman, menyampaikan sudah berusaha untuk menyeimbangkan biaya pembangunan dan belanja pegawai. Sesuatu yang tentu sangat penting dan mendesak, agar porsi pembangunan bisa ditambah. Dengan bermodalkan APBD yang demikian kecil, maka upaya penentuan prioritas pembangunan haruslah sungguh-sungguh diperhatikan, dikaji mendalam sehingga pembagunan yang dilakukan berdasarkan pilihan-pilihan prioritas yang sudah ditentukan, benar-benar tepat sasaran dan tepat guna, sehingga effeknya mampu mendorong pembangunan kesejahteraan masyarakat Pasaman.

Meningkatkan PAD, bersamaan peningkatan kesejahteraan masyarakat tentu bukanlah hal yang mudah. Pemda Pasaman telah menetapkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas. Dengan demikian jalan-jalan kesegala pelosok nagari akan diupayakan dibuka. Harapannya akan makin sedikit daerah yang masih terisolir, dan pada waktunya akan terbuka semua. Upaya menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas, tentu kita beri apresiasi dan harus didukung. Karena dengan membuka jalan dan melepaskan setiap NAGARI dari “keterisolasian” akan mendorong masyarakat maingkatkan kapasitas dan kinerjanya untuk bersama-sama pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Pertanyaannya adalah, kapan peningkatan PAD itu bisa dicapai ? Tentu ini tidak bisa dalam waktu singkat, butuh waktu yang lama, sementara daerah lain juga berpacu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Ibarat pepatah, dengan besaran APBD yang sekarang, Kabupaten Pasaman hanya bisa “berjalan” mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur. Sementara daerah lain, kabuaten dan kita lain, dengan APBD yang lebih besar,mereka bisa membanguna dengan “berlari”. Kalau begitu keadaan nya, maka Pasaman akan tetap tertinggal, bahkan makin jauh dari daerah lainnya. Jadi kapasitas APBD harus ditingkatkan. Itu kata kuncinya.

Bagaimana dong, kalau peningkatan APBD melalui peingkatan PAD butuh waktu lama, lalu apa yang bisa kita lakukan ? Tentu jawaban lain adalah mendorong investasi masuk ke Pasaman. Ini juga bukan perkara mudah. Investor itu akan masuk apabila tersedia sarana dan prasarana yang baik di Pasaman, dalam upaya mereka berusaha. Investasi harus menguntungkan, menguntungkan masyarakat, menguntungkan pemerintah dan menguntukan pengusaha. Ketiga pilar ini harus sama-sama untung, baru investasi masuk dan berkembang. Jadi selain diperlukan infrastruktur yang memadai, juga harus didukung oleh masyarakat, artinya masyarakat Pasaman haruslah mengembangkan sikap terbuka kepada investor, sehngga investor mau menanamkan modalnya di Pasaman. Invesor jangan “dirusuhi” atau dimusuhi, tapi harus digandeng, agar sama-sama berkontribusi untuk membangun daerah Pasaman. Tentu in memerlukan perubahan pola fikir masyarakat. Memerlukan sosialisasi dan penjelasan kepada masyarakat secara terus menerus, sehingga Pengusaha, Pemerintah Daerah dan Masyarakat memahami posisi, fungsi maupun hak dan kewajibannya.

Dalam hal ini Pemerintah Pasaman, dapat menggunakan, memanfaatkan dan memberdayakan mahasiwa dan pelajar. Jumlah mereka ini sangat banyak, dan sangat potensial untuk menjadi “marketing” dan ambassador kita dalam rangka meningkatkan pemahaman dan sekaligus merubah pola fikir masyarakat kita, sehingga menjadi lebih terbuka, lebih demokratis, lebih toleran dan lebih realistis.Kekuatan yang terpendam dalam “generasi muda” dapat dibangkitkan dengan menjalin kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan segenap mahasiswa pelajar. Dengan sedikit fasiilitas dan rangkulan dari pemerintah daerah, energy besar yang ada pada mahasiswa akan mampu menjadi “agen perubahan” ditengah-tengah masyarakat, khuasnya masyarakat Pasaman.

Yang kedua, Peningkatan APBD bisa dilakukan dengan memperbesar dan meningkatkan alokasi DAK (Dana Alokasi Khusus) atau dana bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Seperti disampaikan diawal tulisan ini, sebagian besar, PAD Kabupaten Pasaman, didukung oleh dana Pusat dan dana Pemerintah Provinsi. Oleh karena itu peningkatan PAD dapat juga dilakukan dengan membangun komunikasi yang baik, anatar pemerintah daerah, pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Semakin baik dan semakin luas jaringan yang terbangun dengan Pemerintah Provisnsi dan Pemerintah Pusat, akan semakin besar dana alokasi yang di tempatkan di Kabupaten Pasaman. Untuk itu perlu dikembangkan “Pasaman conection”. Masyarakat Pasaman harus mampu membangun jaringan yang kuat dal luas baik ditingkat Pemerintaj Provinsi, Pemerintah Pusat dan Kalangan Pengusaha.
Kita bisa membangun jaringan ini dengan melakukan pendekatan dan loby terhadap semua msyarakat Pasaman yang ada diberbagai daerah untuk berkontribusi.

Komunikasi yang baik akan mampu menggerakkan hati dan fikiran saudara-saudara kita yang ada di Padang, Jakarta atau belahan lain Indonesia, untuk sama-sama bahu-membahu membangun Pasaman. Tidak ada anak-anak Pasaman atau orang yang berasal dari Pasaman yang tidak Cinta sama Kabupaten Pasaman. Semua orang yang berasal dari Pasaman mengininginkan Pasaman maju, aman tentram dan sejahtera seperti dicita-citakan pendiri Republik ini. Semua akan tergerak hatinya manakala kita bisa menghimpun mereka dalam kebersamaan. Kekuatan ini sungguh akan sangat dahsyat.

(OK, tulisan ini akan kita lanjutkan, membahas bagai peran Parta Politik, mengakselerasi pembangunan Pasaman, Tentu kalau anggota group PMD mau melanjutkan diskusi ini, Wassalam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar